Menapak Jalan Menuju Teologi Pembebasan.

doBRak GPMI Bandung

January 9, 2007

Kenaikan Beras

Filed under: doBRak
Pemutihan Beras Kian Menjadi
Oleh Ibn Ghifarie*

Di tengah-tengah meroketnya harga beras dan derasnya impor padi, maka pemerintah harus tega banting setir guna melakukan pembagian raskin (beras miskin) ke seluruh pelosok negeri. Tak lain, guna mencegah semakin meingkatnya kelaparan di kalangan masyarakat, hingga berujung pada kematian.

Mulai Sabtu (23/12) pemerintah dalam hal ini Perum Bulog serentak menyalurkan beras untuk rakyat miskin di seluruh Indonesia. Tidak kurang dari 160 ribu ton beras setiap bulannya akan disalurkan oleh Perum Bulog, dengan harga jual Rp 1.000,00/kg. Menurut Dirut Perum Bulog Widjanarko Poespoyo, penyaluran ini dimajukan waktunya atas instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dari rencana sebelumnya yang baru akan direalisasikan Januari 2007 mendatang.

Sungguh sesuatu yang tepat, pemajuan jadwal penyaluran raskin tersebut erat kaitannya dengan masih bertenggernya tingkat harga beras di pasaran yang tetap tinggi. Sehingga dengan mulai disalurkannya raskin, selain bisa membantu masyarakat miskin mendapatkan jatah beras berharga murah, sekaligus menekan lajunya kenaikan harga beras umumnya di pasaran. (Pikiran Rakyat, 27/12)

Namun, upaya penanggulangan krisis kemanusian jangka panjang tersebut, tak berbanding lurus dengan ulah segelintir manusia. Pasalnya, mereka tega melakukan perbuatan dzalim dengan cara ‘pemutihan beras’. Kedengaranya agak aneh, tapi perilaku yang dapat merugikan konsumen sekaligus masyarakat itu memang acapkali terjadi, bahkan kian hari semakin menjadi.

Alih-alih supaya beras berkualitas, putih, awet dan harganya terjangkau oleh wong cilik, dengan tanpa rasa iba mereka melakukan proses pencucian beras tersebut. Demikian penuturan hasil investigasi Good Morning (27/12) Proses pemutihan beras hampir terjadi di sekira Jawa Barat. Untuk memutihkan beas itu cukup menggunakan metabolposin 1/2 kg. Bahan pemutihnya pula tak secuil yang kita kira, bahkan mudah didapat di pasar-pasar tradisional.

Alhasil, caranya pun sangat muhad tinggal diaduk dengan air. Lalu dimasukan ke dalam tengki. Sudah tentu ditambah pula air satu jerigen. Namun, semua beras itu sudah digiling dan didiamkan selama 1 minggu.

Ironis. Sunguh ironis. Nyatanya kelangkaan beras malah dijadikan komoditi oleh sebagian pembisnis, hingga merauk keuntungan dari proses pemutihan tersebut. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 27/12;8.56 wib

 
*Dewan Redaksi doBRak GPMI 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dobrak.blogsome.com/2007/01/09/pemutihan-beras-kian-menjadi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer